MEDAN, BISMANEWS.COM – TNI AD telah menyelesaikan pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda sepanjang 240 meter di Kabupaten Aceh Tamiang. Jembatan ini disebut sebagai yang terpanjang di Indonesia dan menjadi akses penting bagi masyarakat setempat.
Danrem Lilawangsa, Brigjen TNI Ali Imran, menyampaikan bahwa selama puluhan tahun warga di kawasan tersebut belum memiliki akses jembatan yang memadai. Jembatan dengan kapasitas hingga 400 kilogram itu dinilai menjadi solusi nyata untuk mendukung keselamatan dan meningkatkan perekonomian masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan saat meninjau jembatan yang menghubungkan Desa Sekerak Kiri dengan Desa Bandar Mahligai di Kecamatan Sekerak. Menurut Ali Imran, pembangunan jembatan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto setelah terjadinya bencana banjir di Aceh.
Sebelum jembatan dibangun, warga dan pelajar harus menyeberang menggunakan perahu kayu atau menempuh perjalanan darat memutar selama satu hingga dua jam. Kini, perjalanan antar desa dapat ditempuh hanya sekitar lima menit.
Selain itu, Korem 011/Lilawangsa menargetkan pembangunan 252 titik jembatan dalam upaya pemulihan pascabencana di Aceh. Hingga sekarang, sebanyak 108 jembatan telah selesai dibangun, meliputi jembatan bailey, aramco, gantung, hingga beton. Sementara itu, sisanya masih berada dalam tahap pembangunan dan perencanaan agar seluruh wilayah pelosok Aceh dapat terhubung dengan lebih baik.





